Contact Us | Privacy Policy | Terms Of Service

25 Okt 2011

Ragam Upacara Adat Indonesia



Indonesia memiliki aneka ragam upacara adat, beberapa di antaranya: 

Ritual Tiwah
Ritual Tiwah biasa dilakukan warga Dayak di Kalimantan Tengah. Ritual Tiwah adalah prosesi menghantarkan roh leluhur sanak saudara yang telah meninggal ke alam baka dengan cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad dari liang kubur menuju tempat yg dinamakan "Sandung". Ritual Tiwah khas warga Dayak ini dijadikan objek wisata yang sangat menarik bagi wisatawan asing.

Rambu Solo
Rambu Solo berasal dari Tanah Toraja di Sulawesi Selatan. Rambu Solo adalah upacara kematian, bagi keluarga yang ditinggal wajib membuat upacara adat ini sebagai tanda penghormatan terakhir untuk anggota keluarga yang telah pergi. Jenazah diusung memakai Tongkonan (sejenis rumah adat khas Toraja), lalu menuju makam yang berada di tebing-tebing dlm gua yang disebut pekuburan Londa. Ada hal unik dari upacara Rambu Solo ini yaitu pembuatan boneka kayu yang dibuat mirip dengan orang yang meninggal tersebut dan diletakkan juga di tebing. Wajah boneka ini konon akan semakin mirip dari hari ke hari.

Pasola Sumba
Pasola Sumba adalah bagian dari serangkaian upacara tradisional yang dilakukan masyarakat Sumba di bulan Februari / Maret tiap tahunnya. Puncak dari upacara adat yang dilakukan beberapa hari sebelumnya inilah yg dinamakan Pasola. Pasola adalah perang-perangan yang dilakukan oleh dua kelompok berkuda, tiap kelompok terdiri dari 100 pemuda bersenjatakan tombak yang dibuat dari kayu berdiameter 1,5 cm yang ujungnya dibiarkan tumpul.

Kebo-Keboan 
Masyarakat Desa Alas Malang di Banyuwangi punya upacara adat Kebo-Keboan. Upacara adat Kebo-Keboan ini adalah upacara adat warga desa Alas Malang yang digelar tiap tahun. Dilaksanakan untuk memohon turunnya hujan saat kemarau panjang agar masyarakat bisa bercocok tanam, puncak prosesinya adalah membajak dan menanam bibit padi di sawah. Yang unik adalah orang-orang yang bertingkah seperti kerbau akan mengejar siapa saja yang mencoba mengambil bibit padi yang sedang ditanam masyarakat. Lalu warga desa akan berusaha merebut bibit padi tersebut karena dipercaya bisa digunakan untuk menolak bala atau musibah.


Diposkan di:
© 2013 KilasInfo.com. All rights reserved. | Member Of Agatossi Media